Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja.
Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen. Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita.
Ciri pubertas
- 1 Follicle-stimulating hormone - FSH
- 2 Luteinizing hormone - LH
- 3 Progesterone
- 4 Estrogen
- 5 Hypothalamus
- 6 Pituitary gland
- 7 Ovary
- 8 Pregnancy - hCG (Human chorionic gonadotropin)
- 9 Testosterone
- 10 Testicle
- 11 Incentives
- 12 Prolactin - PRL
Ketiak remaja laki-laki yang mulai menumbuhkan rambut ketiak
Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis, dan tumbuh bulu - bulu halus di daerah tertentu. Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks.
Penyebab Munculnya Pubertas
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
Hormon seks yang memengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan memengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan.
Penyebab Perubahan Pubertas
Peran Kelenjar Pituitary – Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon yaitu hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormon gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah, dalam keadaan demikian perubahan-perubahan pada masa puber mulai terjadi.
Peran Gonad – Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer : bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan ciri-ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang.
Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad – Hormon yang dikeluarkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan, interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati climacteric.
Pada masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang tidak diduga. Pada masa pubertas itu akan terjadi ketidakstabilan emosi.
Perubahan terjadi dalam dua sisi, yaitu perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik apa saja yang terjadi bisa dibaca pada: Apa Saja Perubahan Fisik Laki Laki dan Perempuan pada Masa Pubertas?
Selain ketidakstabilan emosi, pada masa remaja banyak sekali pengaruh dari luar yang jika tidak disikapi dengan baik akan menimbulkan masalah.
Rasa ingin tahu yang besar pada para remaja biasanya mengalahkan segalanya, untuk itu harus bisa memilih dan memilah apa yang baik dan yang buruk untuk dilakukan.
Cara Menghadapi Masa Pubertas?
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi masa pubertas ialah sebagai berikut.- Bersikap tenang dan percaya diri.
- Bersikap jujur dan terbuka kepada orang yang dipercayai ketika terjadi perasaan yang tidak enak. Hal itu akan membantu memberi ketenangan dan jalan keluar.
- Selalu menjaga kebersihan seluruh tubuh
No comments:
Post a Comment